Welcome

zwani.com myspace graphic comments
Ojo Rumongso iso, nanging iso o Rumongso

Rabu, 02 Januari 2013

Journey to MAHAMERU (3.676 mdpl) - 1 Januari 2013

"Mahameru" (3.676 m dpl)


Mahameru (3.676 m dpl)
















Hatiku mulai risau ditampar kerinduan yang dalam
jiwa ini pun mulai kehilangan keberanian seperti kala itu,...
aku berusaha menatap kembali semangatku yang menggebu,..
meraih cintaku pada asa di gunung-gunung mimpi
menghirup udara sejuk tanpa debu,..
aku merindukan derasnya aliran darahku ketika menggapai kabut dini hari
lalu menjejakkan kaki-kaki ini ke dalam jurang cinta yang dalam,..
menerobos hawa dingin
membasuh wajah ini dalam suka duka pendakian,..
kebersamaan dengan angin yang bertiup kencang,.
dan rumput basah malam hari,...




Kami ingin menikmati akhir tahun ini bersama kabut tipis
yang turun menelusuri lembah kasih "Ranu Kumbolo",...
Menapaki "Tanjakan Cinta",...
dan merebahkan sejenak rasa lelah ini di hamparan luas "Oro-Oro Ombo",..
merenungi bekas aliran lahar di "Kalimati"
menyampaikan salam keagungan pada jurang-jurang di sekitar "Arcopodo"
hingga akhirnya kami berharap dapat menyapa surya di balik "Mahameru"
yang selalu bergemuruh,...

--------------------------------------


Ketika senja mulai menyongsong asa di sore itu, perasaanku berkecimuk begitu lelah oleh derasnya pikiran-pikiran yang buruk. Hari itu begitu melusutkan lipatan bajuku. Membuat bajuku tampak kusut dan kotor. Membuat keringat ini berceceran dan tercetak indah dalam baju yang aku kenakan sore itu.

Rutinitas di kota membuatku gerah dan ingin segera menyapa hawa dingin hutan-hutan. Aku membaca kembali janji-janjiku pada lembaran balik isi pikiranku masa lalu. Aku ingat aku telah berjanji pada diriku sendiri saat itu. Sepertinya saat ini adalah saat yang tepat untuk mengunjungi Semeru dan Jonggring Saloka. 



Cerita ini berupa tulisan-tulisan tak bersajak,
terpikir saat kaki-kaki ini menapaki jalan setapak di Semeru
lirik-lirik tak beraturan
dengan rima yang tak berbatas
dan makna yang hambar


-----------------------------------------------

Gunung Semeru yang dinamakan dari kata Sumeru, pusat jagat raya pada kosmologi Hindu merupakan gunung berapi tertinggi (yang masih aktif) di Pulau Jawa dan gunung berapi ketiga tertinggi di Indonesia setelah Gunung Kerinci (3.805 m dpl) di Jambi dan Gunung Rinjani (3.726 m dpl) di Lombok.

Bagi pecinta alam atau para penggiat alam bebas, Gunung Semeru merupakan salah satu gunung yang "wajib" dikunjungi. Selain merupakan gunung tertinggi di Pulau Jawa, dalam perjalanan menuju puncak Mahameru, para pendaki tidak akan henti-hentinya disuguhi panorama alam yang sangat indah mulai dari areal persawahan, perbukitan, padang savana, ladang edelweiss, hutan cemara hingga areal berbatu dan berpasir dalam perjalanannya menuju puncak Mahameru.

Dokumentasi pribadi :




Dari Pasar Tumpang kita akan melanjutkan perjalanan ke Desa Ranu Pane. Desa terakhir sebelum pendakian ke Mahameru. Sebelumnya kita harus mengurus perijinan terlebih dahulu di sebuah kantor perijinan dengan menyertakan surat kesehatan dan fotokopi KTP.

Panorama selama perjalanan menuju Ranu Pane :

Gunung Bathok dari arah belakang

Gunung Bathok dari Gubug Klakah
Lembah sekitar Bromo
Indahnya Taman nasional Bromo Tengger Semeru

Ranu Pane merupakan desa terakhir di kaki Gunung Semeru yang terletak di Ketinggian 2.100 m dpl, tempat persinggahan para pendaki yang akan mendaki Gunung Semeru. Sebelum pendakian kita akan melapor dulu ke Pos Pendakian ranupane dengan menyerahkan berkas yang kita dapat dari kantor perijinan tadi. 



Ranu Pane
(Ranu artinya danau)


Areal Persawahan di Ranu Pane
Ranu Kumbolo memiliki luas 14 ha dan berada pada ketinggian 2.390 m dpl. Ranu Kumbolo terbentuk dari massive kawah Gunung Jambangan yang telah memadat, sehingga air yang tertampung tidak mengalir ke bawah seturut gravitasi. (Wikipedia). 

Ranu Kumbolo merupakan danau terbesar di antara danau-danau lain yang ada di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru, yaitu Ranu Pane (1 ha), Ranu Regulo (0,75 ha) dan Ranu Darungan (0,5 ha). 

Pada musim kemarau seperti ini, suhu di Ranu Kumbolo bisa mencapai 2-4 derajat celcius. Udara yang dingin di sini tidak hanya disebabkan oleh udara diam, tetapi juga karena kencangnya angin yang berhembus ke lembah sehingga menjadikan udara lebih dingin. 

Apapun itu, Ranu Kumbolo merupakan salah satu spot terindah dalam sejarah pendakianku.

Dokumentasi : 

Ranu Kumbolo



Saya kutip puisi ini...

Pernah aku dan kau...
sama-sama daki gunung-gunung tinggi
hampir kaki-kaki kita patah
dan nafas kita putus-putus
tudjuan esa, tudjuan satu :
pengabdian dan pengabdian kepada
...Jang Maha Kuasa....

Petikan Puisi dari Idhan Lubis yang berjudul "Djika Berpisah", ditulis di Polonia, 8 Desember 1969. Puisi ini ditemukan di laci kamarnya bebarapa hari setelah kematiannya di Mahameru.


Sunrise di Ranu Kumbolo
Moonrise di Ranu Kumbolo


Dari Ranu Kumbolo, kami melanjutkan perjalanan menuju Kalimati. Sebelumnya kita harus melewati sebuah tanjakan yang dikenal dengan nama "Tanjakan Cinta". Di sini dipercayai sebuah mitos "saat mendaki Tanjakan Cinta kita diLarang menoleh kebelakang dan Memikirkan orang yg kita sukai, agar orang itu juga memikirkan kita", tapi itu semua hanyalah sebuah Mitos, Percaya atau tidak semua tetap kembali ke diri kita masing-masing.

Rombongan pendaki di tanjakan cinta


Ranu Kumbolo dari ujung Tanjakan Cinta
Istirahat di Cemoro Kandang





Sejenak angin mulai menyapaku yang larut dalam lamunan angan
aku yang lelah berjalan sedari tadi
telah menemukan keindahan sejati dibalik misteri gunung-gunung abadi
perasaan ini bagai larut dalam sepinya danau cinta para dewa,..
memandang jauh di balik belahan lembah kasih "Ranu Kumbolo"
sambil memandang wajahnya
dalam hati aku berkata "kata-kata" cinta,..
aku mencintainya,..

-----

Setelah melewati tanjakan cinta, menapaki bukit, maka kita akan disuguhi pemandangan yang luar biasa berupa padang rumput yang terbentang luas. Padang rumput yang luas ini disebut "Oro-Oro Ombo". Oro-Oro Ombo merupakan padang rumput luas dengan lereng yang ditumbuhi pohon-pohon pinus yang dikelilingi bukit dan gunung dengan pemandangan sangat indah.


Menelusuri punggungan di perbukitan komplek Oro-Oro Ombo


Oro-Oro Ombo

Lavender

Now i see the secret of the making of the best persons,
It is to grow in the open air and to eat and sleep with 
the earth.

(Song of The Open Road, Walt Whitman)

Sampai di Camping Ground Ranu kumbolo bersama rombongan lain


Kutipan puisi ini menjadi prolog tulisan Soe Hok Gie mengenai salah satu kegiatan yang paling digemarinya : naik gunung, kegiatan yang selalu mengembalikan semangat hidupnya, dan pada akhirnya mengembalikannya pada pencipta-Nya.

Dua larik diatas, menyatakan bahwa untuk menjadi orang terbaik seseorang harus dekat dengan alam.

Setelah Cemoro Kandang, perjalanan berlanjut ke padang rumput Jambangan. Di sini terdapat jenis-jenis flora seperti cemara dan bunga edelweiss. Dari tempat ini, dapat dilihat dengan jelas Puncak Mahameru yang menjulang tinggi dengan kepulan asap yang menjulang ke angkasa serta alur lahar pada seluruh tebing puncak.


----------------------------

Setelah melewati Jambangan, maka kita akan menemukan sebuah daerah yang cukup luas dan ditumbuhi pohon-pohon edelweiss. Daerah ini biasa disebut pos Kalimati. Kalimati merupakan tempat untuk mempersiapkan diri sebelum mendaki kerucut Gunung Semeru. 


Selain ditumbuhi rerumputan dan edelweiss, Kalimati juga dikelilingi kelompok hutan alam dan bukti-bukit rendah. Di dekat kawasan ini terdapat sumber air yang berjarak kurang lebih 1 km ke arah barat menyusuri kali yang sudah kering, biasa kita sebut "Sumber Manik". Konon katanya sumber air disini digunakan oleh umat Hindu untuk mengambil tirta (air suci) pada pendakian gunung Semeru.

Pos Kalimati
(Sumber Manik) Sumber AIR satu-satunya di KALIMATI - jarak 30 menit dari Camp

Hembusan angin ini yang membuatku tersenyum sedari tadi
membuatku selalu menengadah sayangku
menatap indahnya sekumpulan awan di atas
Dedaunan mulai berbisik malu-malu
Edelweis seakan mengajakku bercengkarama
pasir dan debunya yang membuat suasana menjadi harum
Mahameru memang selalu ku rindu,..

bie --

Untuk menuju puncak, perjalanan berikutnya dari Kalimati di lanjutkan dengan menanjak. Pos berikutnya adalah Arcopodo. Biasanya para pendaki akan memulai mendaki Mahameru pada dini hari, kami sendiri berangkat sejak pukul 23.30 malam. 

Arcopodo berada di lereng puncak Gunung Semeru dengan jalanan yang terus menaik dan berliku. Kondisi tanahnya berdebu dan banyak ditumbuhi pohon-pohon cemara. Di sinilah batas vegetasi terakhir sebelum merangkak di punggungan Mahameru.

Perjalanan ke Puncak Mahameru


Matahari mulai muncul

Sunrise : 100 m sebelum puncak Mahameru


Negeri di atas awan

Taruh puncak itu di depan kita, dan jangan lepaskan!
Yang kita perlukan adalah kaki yang berjalan lebih jauh,
dan tangan yang berbuat lebih banyak
Leher yang akan lebih sering melihat ke atas
Mata yang akan menatap lebih lama dari biasanya
Lapisan tekad yang seribu kali lebih keras dari baja
Hati yang akan bekerja lebih keras
Serta mulut yang akan selalu berdoa.
.....................................................

(Dikutip dari Novel "5 cm")

Akhirnya janji itu terpenuhi,............

In Meoriam Soe Hok Gie dan Idhan Lubis (karena Monumen telahg diPindahkan, jadi ini adalah foto sebelum monumen itu diRelokasi By : mbah google)

Yang mencintai udara jernih
Yang mencintai terbang burung-burung
Yang mencintai keleluasaan dan kebebasan
Yang mencintai bumi

Mereka mendaki ke puncak gunung-gunung
Mereka tengadah dan berkata, ke sanalah Soe Hok Gie dan Idhan Lubis pergi
Kembali ke pangkuan bintang-bintang

Sementara bunga-bunga negeri ini tersebar sekali lagi
Sementara sapu tangan menahan tangis
Sementara Desember menabur gerimis

--24 Desember 1969--
Sanento Yuliman

Mencapai Puncak Semeru bersama Semuanya, tapi ada 2 teman yg terpaksa tidk bisa ikut naik...
Bersama Keluarga Saka Wirakartika JakTim di Kawah Jonggring Solaka

Kawah Jonggring Saloka





Camerado, i give you my hand!
i give you my love more precious than money,
i give you myself before preaching or law ;
will give me your self, will you travel with me?
Shall we stick by each other as long as we live?

(Walt Whitmann, dikutip dari buku "Soe Hok Gie-Sekali Lagi")

----------------------------------------------------------

Apa yang membuat kami merasa perlu untuk menapakkan kaki kami di puncak gunung-gunung?. 
Apa yang membuat kami merasa perlu untuk mengenal masyarakat bangsa ini jauh lebih dekat?
Apa yang membuat kami berusaha menyisihkan waktu untuk paling tidak merasakan hawa dingin gunung-gunung?
Apa yang dapat membuat kami mencintai tanah air kami lebih dalam?
Apa yang membuat kami mau mendekati dan menelusuri hutan-hutan?
dan sejuta pertanyaan lain yang mungkin pernah ada selama ini,..

Semua ini tentang "soul" yang sangat sulit dijelaskan,...
kesinilah kawan, 
mari mendaki gunung,..
lalu rasakan sendiri bagaimana gunung akan menjawab pertanyaan-pertanyaan tadi,...



Dan di atas sana
di tengah-tengan angin yang menderu-deru
di antara jurang yang berujung kelam,
omong kosong kalau kau tidak berbicara tentang Tuhan
kau akan menyadari seberapa kecil dan lemahnya dirimu
di tengah hamparan alam semesta.
.................

PUNCAK MAHAMERU (3.676 mdpl)



--Arshie--
Read More ->>

Kamis, 24 Mei 2012

Derajat Hadist - Keutamaan Puasa pada Bulan Rajab

Derajat Hadist - Keutamaan Puasa pada Bulan Rajab
oleh: Sugiyanta, S.Ag, M.Pd


Maksudnya adalah puasa yang dikerjakan dalam bulan mulia Rajab, dan diyakini sebagai puasa yang diperintahkan oleh Rasulullah shalallahu 'alaihi wa salam, dan diyakini memiliki kelebihan keutamaan-keutamaan atau keistimewaan atau pahala tertentu dibandingkan puasa sunnah yang lain.


Seputar Dalil
Syaikh Ibn Taimimiyah (wafat: 728 H = 1328 M) dalam kitab Majmu al-Fatawa mengatakan, "…mengenai puasa Rajab secara khusus, maka seluruh hadistnya adalah lemah dan bahkan palsu yang tidak dijadikan acuan oleh para ulama, … tetapi tergolong sebagai hadist-hadist palsu yang dibuat-buat."
Ibn Rajab (wafat: 795 H) dalam Lathaif al-Maarif mengatakan, "Tidak ada hadist shahih dari Nabi shalallahu 'alaihi wa salam dan para sahabatnya yang secara khusus menerangkan keutamaan puasa Rajab."
Pernyataan di atas juga disepakati oleh banyak ulama fiqh dan hadist di antaranya adalah Ibn Qayyim al-Jauziyah dalam al-Manar al-Munif, As-Subki (dalam ath-Thabaqat al-Wustha), Imam an-Nawawi(wafat: 676 H) dalam Syarah Muslim, al-Iraqy (wafat: 807 H) dalam Syarh at-Tirmidzi, asy-Syaukani(wafat: 1255) dalam as-Sail al-Jirar, Ibn Himat ad-Dimasyq (dalam at-Tankit wa al-Ifadah), Ibn Hajar al-Asqalani (wafat: 852 H) dalam Tabayyun al-"ujb fi Fadhail Rajab.


Seputar Hadist
1. Ikrimah meriwayatkan dari Ibn Abbas bahwa Rasulullah shalallahu 'alaihi wa salam bersabda:
صُومُ أَوَّلٍ يَومٍ مِنْ رَجَبَ كَفَارَةُ ثَلاَثِ سِنِينَ، وَصِيَامُ الْيَومِ الثَّانِي كَفَارَةُ سِنِتَينِ، وصيام اليوم الثَّالِثِ كفارة سَنَةٍ، ثُمَّ كُلِ يَومِ كفارة شَهْرٍ
Berpuasa pada hari pertama bulan Rajab menghapus dosa selama tiga tahun, berpuasa pada hari kedua menghapus dosa selama dua tahun, berpuasa pada hari ketiga menghapus dosa selama setahun, kemudian untuk setiap harinya menghapus dosa selama sebulan.
Hadist ini dikeluarkan oleh al-Khilal dalam Fadhail Shahr Rajab, tetapi dia sendiri menyatakan bahwa, " … di dalam hadist ini terdapat periwayat yang tidak aku kenal dan cukuplah dalam amsalah ini pernyataan, "Tidak ada satupun hadist shahih dalam masalah ini."


2. Dari seorang suku Bahilah, ia datang kepada Nabi shalallahu 'alaihi wa salam dan berkata, "Ya Rasulallah, aku lelaki yang datang kepadamu pada awal tahun (Muharram) ini."
Nabi bersabda:
صُمُ مِنَ الْحُرُمِ وَاتْرُكْ
Berpuasalah pada bulan-bulan mulia dan tinggalkanlah.
Hadist ini diriwayatkan oleh Imam Ahmad, Abu Dawud, Ibn Majah dan al-Baihaqi. Akan tetapi Abu Dawud dan Ibn Majah tidak memberikan komentar terhadap hadist ini. Diamnya Abu Dawud tidak berarti hadist ini shahih karena Abu Dawud selalu mengatakan shahih terhadap hadist yang dia yakini keshahihannya.
Imam al-Albani mengatakan, "(Hadist) ini tidak jayyid (baik) sanadnya, karena perwainya goncang pada sisi-sisi yang telah disebutkan oleh al-Hafidz Ibn Hajar al-Asqalani dalam at-Tahdzib, dan sesudahnya oleh al-Mundziri dalam Muhtashar as-Sunan, kemudian ia mengatakan, "Dan telah terjadi perbedaan pendapat seperti yang anda ketahui. Sebagian guru-guru kami mendhaifkannya (melemahkannya-red) karena hal itu. Imam al-Albani juga menyatakan, "Hadist ini mempunyai cacat lain, yaitu jahalah (tidak dikenal perawinya)." Isi dari hadist di atas pun, tidak menyebutkan keutamaan puasa sunnah bulan Rajab tetapi bulan awal tahun yaitu bulan Muharram.


3. Dari Abu Sa'id al-Khudri radhiallahu 'anhu:
من صام من رجب يوما إيمان واحتسابا إستوجب رضوان الله ا لأكبر
Barangsiapa puasa sekali saja pada bulan Rajab karena iman dan mengharap pahala dari Allah, maka ia berhak meraih ridla Allah yang paling besar.
Ibn Hajar al-Asqalani dalam Kitan Tabayyun al-'Ujb berkata, "Matan hadist ini tidak memiliki sumber, tetapi itu hadist buatan Abu al-Birkat as-Siqthi yang kemudian dia buat susunan sanadnya." Maka hadist ini jelas-jelas maudlu (palsu)


Bagaimana Pendapat Sahabat Rasulullah:
Marilah kita perhatikan tindakan Umar ibn Khaththab radliallhu 'anhu kepada orang yang berpuasa sunnah pada bulan Rajab. Umar bin Khaththab menarik tangan orang-orang pada bulan Rajab lalu meletakkannya di mangku besar dan ia berkata, "Makanlah, karena ini adalah bulan yang dahulu diagungkan kaum jahiliyah." HR Ibn Abi Syaibah dalam Muhshannaf-nya, Imam Ahmad).


Bagaimana kita bersikap:
Ada baiknya kita mengikuti pendapat Ibn Hajar al-Asqalani rahimahullah dalam kitabnya Tabayyun al-Ujb bima Warada Fadhli Rajab menyatakan bahwa tujuannya semata-mata berpuasa secara mutlak, atau mengerjakan shalat malam seperti yang dilakukan di luar bulan Rajab, maka yang puasa dan shalat malam demikian itu diperbolehkan. Tetapi bila seseorang mempunyai keyakinan dan anggapan puasa atau shalatnya itu mempunyai kedudukan yang berbeda atau lebih utama daripada puasa dan shalat malam yang dikerjakan di luar bulan Rajab, maka puasa dan shalat malam itu bid'ah.
Read More ->>

Senin, 30 Januari 2012

Sebelum Meninggal Dia Mengatakan, “Aku Mencium Bau Surga!”

Dalam sebuah hadits yang terdapat dalam ash-Shahihain dari Abu Hurairah RA bahwa Rasulullah SAW bersabda,
"Ada tujuh golongan orang yang akan mendapat naungan Allah pada hari tiada naungan selain dari naunganNya…di antaranya, seorang pemuda yang tumbuh dalam melakukan ketaatan kepada Allah."

Dalam sebuah hadits shahih dari Anas bin an-Nadhr RA, ketika perang Uhud ia berkata, "Wah...angin surga, sungguh aku telah mecium bau surga yang berasal dari balik gunung Uhud."

Seorang Doktor bercerita kepadaku, "Pihak rumah sakit menghubungiku dan memberitahukan bahwa ada seorang pasien dalam keadaan kritis sedang dirawat. Ketika aku sampai, ternyata pasien tersebut adalah seorang pemuda yang sudah meninggal -semoga Allah merahmatinya-. Lantas bagaimana detail kisah wafatnya. Setiap hari puluhan bahkan ribuan orang meninggal. Namun bagaimana keadaan mereka ketika wafat? Dan bagaimana pula dengan akhir hidupnya?

Pemuda ini terkena peluru nyasar, dengan segera kedua orang tuanya -semoga Allah membalas kebaikan mereka- melarikannya ke rumah sakit militer di Riyadh. Di tengah perjalanan, pemuda itu menoleh kepada ibu bapaknya dan sempat berbicara. Tetapi apa yang ia katakan? Apakah ia menjerit dan mengerang sakit? Atau menyuruh agar segera sampai ke rumah sakit? Ataukah ia marah dan jengkel? Atau apa?

Orang tuanya mengisahkan bahwa anaknya tersebut mengatakan kepada mereka, 'Jangan khawatir! Saya akan meninggal... tenanglah... sesungguhnya aku mencium bau surga.!' Tidak hanya sampai di sini saja, bahkan ia mengulang-ulang kalimat tersebut di hadapan pada dokter yang sedang merawat. Meskipun mereka berusaha berulang-ulang untuk menyelamatkannya, ia berkata kepada mereka, 'Wahai saudara-saudara, aku akan mati, jangan kalian menyusahkan diri sendiri... karena sekarang aku mencium bau surga.'

Kemudian ia meminta kedua orang tuanya agar mendekat lalu mencium keduanya dan meminta maaf atas segala kesalahannya. Kemudian ia mengucapkan salam kepada saudara-saudaranya dan mengucapkan dua kalimat syahadat, 'Asyhadu alla ilaha illallah wa asyhadu anna Muhammadar rasulullah. ' Ruhnya melayang kepada Sang Pencipta SWT.

Allahu Akbar... apa yang harus kukatakan dan apa yang harus aku komentari... semua kalimat tidak mampu terucap... dan pena telah kering di tangan... aku tidak kuasa kecuali hanya mengulang dan mengingat Firman Allah SWT,
'Allah meneguhkan (iman) orang-orang yang beriman dengan ucapan yang teguh itu dalam kehidupan di dunia dan di akhirat.' (Ibrahim: 27).

Tidak ada yang perlu dikomentari lagi."
Ia melanjutkan kisahnya,
"Mereka membawanya untuk dimandikan. Maka ia dimandikan oleh saudara Dhiya' di tempat memandikan mayat yang ada di rumah sakit tersebut. Petugas itu melihat beberapa keanehan yang terakhir. Sebagaimana yang telah ia ceritakan sesudah shalat Maghrib pada hari yang sama.

I. Ia melihat dahinya berkeringat. Dalam sebuah hadits shahih Rasulullah SAW bersabda, "Sesungguhnya seorang mukmin meninggal dengan dahi berkeringat." Ini merupakan tanda-tanda Husnul Khatimah.

II. Ia katakan tangan jenazahnya lunak demikian juga pada persendiannya seakan-akan dia belum mati. Masih mempunyai panas badan yang belum pernah ia jumpai sebelumnya semenjak ia bertugas memandikan mayat. Padahal tubuh orang yang sudah meninggal itu dingin, kering dan kaku.

III. Telapak tangan kanannya seperti seorang yang membaca tasyahud yang mengacungkan jari telunjuknya mengisyaratkan ketauhidan dan persaksiaannya, sementara jari-jari yang lain ia genggam.

Subhanallah... sungguh indah kematian seperti ini. Kita bermohon semoga Allah menganugrahkan kita Husnul Khatimah.

Saudara-saudara tercinta... kisah belum selesai...
Saudara Dhiya' bertanya kepada salah seorang pamannya, apa yang ia lakukan semasa hidupnya? Tahukah anda apa jawabannya?

Apakah anda kira ia menghabiskan malamnya dengan berjalan-jalan di jalan raya? Atau duduk di depan televisi untuk menyaksikan hal-hal yang ter-larang? Atau ia tidur pulas hingga terluput mengerjakan shalat? Atau sedang meneguk khamr, narkoba dan rokok? Menurut anda apa yang telah ia kerjakan? Mengapa ia dapatkan Husnul Khatimah yang aku yakin bahwa saudara pembaca pun mengidam-idamkannya; meninggal dengan mencium bau surga.

Ayahnya berkata,
'Ia selalu bangun dan melaksanakan shalat malam sesanggupnya. Ia juga membangunkan keluarga dan seisi rumah agar dapat melaksanakan shalat Shubuh berjamaah. Ia gemar menghafal al-Qur'an dan termasuk salah seorang siswa yang berprestasi di SMU'."

Aku katakan, "Maha benar Allah yang berfirman,
'Sesungguhnya orang-orang yang mengatakan, 'Rabb kami ialah Allah' kemudian mereka meneguhkan pendirian mereka, maka malaikat akan turun kepada mereka (dengan mengatakan), 'Janganlah kamu merasa takut dan janganlah kamu merasa sedih dan bergembiralah kamu dengan (memperoleh) surga yang telah dijanjikan Allah kepadamu" Kamilah Pelindung-pelindungmu dalam kehidupan dunia dan di akhirat; di dalamnya kamu memperoleh apa yang kamu inginkan dan memperoleh (pula) di dalamnya apa yang kamu minta. Sebagai hidangan (bagimu) dari (Rabb) Yang Maha Pengam-pun lagi Maha Penyayang.' (Fushshilat: 30-32)."


(SUMBER: SERIAL KISAH TELADAN KARYA MUHAMMAD BIN SHALIH AL-QAHTHANI, PENERBIT DARUL HAQ, TELP.021-4701616 sebagai yang dinukil dari Qishash wa 'Ibar karya Doktor Khalid al-Jabir)
Read More ->>

Minggu, 29 Januari 2012

Fakta tentang GULA





Banyak hal buruk tentang gula yang sering kita dengar. Tak sedikit orang yang mengatakan bahwa gula itu berbahaya, gula itu penyebab obesitas, gula dapat membuat Anda terkena diabetes, dan hal-hal ‘menyeramkan’ lainnya.


Kita perlu tahu kebenaran tentang gula. “Gula dalam tubuh kita, glukosa, adalah bahan bakar utama bagi tubuh dan otak”, kata David Levitsky, Ph.D., profesor ilmu psikologi dan gizi di Cornell University.


Ancaman kesehatan yang ditimbulkan oleh gula sebenarnya timbul dari tingkat yang sangat personal. Levitsky mengatakan, “Orang merasa gula itu enak. Makanan manis cenderung membuat kita makan berlebihan. Dan makan berlebih inilah yang mengancam keseimbangan energi dalam tubuh kita.”


Baca artikel berikut ini untuk mengetahui fakta yang sesungguhnya tentang gula.


Fakta Tentang Gula dan Diabetes 
Gula Tidak Menyebabkan Diabetes 
Terlalu banyak gula memang iya. Diabetes artinya tubuh Anda tidak dapat membuang glukosa dari darah Anda. Dan ketika glukosa tidak diproses cukup cepat, dia dapat menghancurkan jaringan, menurut Levitsky. Orang dengan diabetes tipe 1 terlahir dengan kondisi seperti itu, dan bukan gula yang menyebabkan diabetesnya. Tapi kelebihan berat badan pada anak-anak dan orang dewasa dapat menyebabkan sindrom metabolik, yang mengarah ke diabetes tipe 2.


Masih menurut Levitsky, efek negatif dari makan banyak gula adalah peningkatan glukosa. Pankreas dan reseptor insulin yang normal dapat mengatasinya, mengeliminasinya dari darah, atau menyimpannya dalam beberapa bentuk, seperti lemak.


Yang penting diperhatikan adalah pankreas tetap “normal”. Makan berlebihan memaksa pankreas Anda untuk bekerja terus menerus mengeluarkan insulin. Eric Westman, MD, seorang peneliti obesitas di Duke University Medical Center, mengatakan bahwa di zaman sekarang ini, “Memang mungkin bahwa tingginya konsumsi gula dalam jangka panjang menyebabkan kelelahan pankreas. Namun para peneliti tidak dapat memastikannya, karena tubuh dan diet setiap orang berbeda, sehingga tidak bisa disamakan untuk semua orang.


Untuk mencegah Anda dari diabetes, jika Anda kelebihan berat badan, perhatikan asupan gula Anda. Penelitian telah menunjukkan selama bertahun-tahun bahwa mengurangi 5 sampai 7 persen dari berat badan berlebih Anda dapat mengurangi risiko Anda terkena diabetes.


Fakta Tentang Gula dan High Fructose Corn Syrup (HFCS)
Menghindari HFCS Saja Tidak Akan Mencegah Anda Dari Obesitas
Pada 1970-an dan 1980-an, berat badan rata-rata orang Amerika bertambah seiring dengan penggunaan High Fructose Corn Syrup (HFCS) atau sirup jagung tinggi fruktosa dalam industri makanan karena harganya murah. Tapi ini hanya sebatas korelasi, bukan berarti konsumsi HFCS selalu menyebabkan kenaikan berat badan.


“Obesitas terjadi karena terlalu banyak asupan kalori” kata Lien Lillian, MD, Medical Director of Inpatient Diabetes Management di Duke University Medical Center. “Kebetulan bahwa banyak orang kelebihan berat badan banyak mengkonsumsi HFCS di soda dan makanan yang tinggi Indeks Glikemik seperti pada permen, makanan ringan, roti putih, dan sebagainya.


Dr .Westman mencatat bahwa efek dari makanan tinggi Indeks Glikemik dapat dikurangi dengan menambahkan protein dan lemak sehat. Misalnya mengoleskan selai kacang (protein dan lemak sehat) pada roti (pati, yang menjadi glukosa dalam tubuh) yang akan memperlambat penyerapan gula di tubuh Anda.


Jadi, yang harus Anda lakukan bukan hanya dengan menghindari konsumsi gula saja, tetapi juga pada total kalori yang Anda makan tiap hari. Ini penting karena obesitas artinya membuat Anda berisiko mengalami berbagai masalah kesehatan lebih besar dari orang yang kurus.


Nah, masih ada beberapa fakta lain tentang gula yang perlu Anda ketahui. Nantikan di artikel selanjutnya.
Read More ->>

Selasa, 24 Januari 2012

Ya Allah..
Terima kasih telah Engkau ciptakan cinta yang begitu indah di dunia ini.
Cinta yang mampu memberikan warna yang berbeda dalam hidup hamba.
Cinta yang mampu menuntun hamba melangkah tegar di jalan-MU…
Ya Allah..
Aku ingin mencintainya.
Aku ingin mencintainya sebagai wujud syukur hamba kepada-Mu.
Aku ingin mencintainya agar hamba semakin tegar di jalan-Mu.
Ya Allah..
Jangan Engkau palingkan wajahmu dariku hanya karena aku mencintai hambamu.
Dan jangan pula Engkau ambil kasih dan sayang-Mu kepada hamba.
Ya Allah…
Kuatkan hati hamba jika cinta itu meninggalkan hamba.
Berikan bahu-Mu untuk hamba bersandar.
Sentuh hati hamba agar tetap hamba rasakan indahnya cinta.
Dan jangan Engkau tutup mata hamba dari keindahan cinta yang Engkau ciptakan untuk hamba.
Ya Allah…
Jika dia adalah untukku, pertemukan kami di jalan yang Engkau ridhai.
Jadikan kami pasangan yang menempati istana-Mu di taman Firdaus.
Dan lantunkan syair surga yang indah dalam hati kami agar kami selalu bahagia dalam menjalani cinta ini.
Ya Allah…
Jika dia bukanlah untukku, berikan hamba-Mu satu cahaya pengganti lentera hati yang redup.
Agar hamba tak tersesat.
Dan agar hamba tak tersesat dalam tipu daya syaitan…
Ya Allah…
Jika Engkau pisahkan kami, jagalah dia, karena hamba tak mampu menjaganya.
Utuslah malaikat-Mu untuk senantiasa menghembuskan wangi bunga Darussalam.
Dan berikan ia seorang pangeran yang akan menjaganya dalam terang dan gelap hidupnya.
Read More ->>
Ya Allah..
Terima kasih telah Engkau ciptakan cinta yang begitu indah di dunia ini.
Cinta yang mampu memberikan warna yang berbeda dalam hidup hamba.
Cinta yang mampu menuntun hamba melangkah tegar di jalan-MU…
Ya Allah..
Aku ingin mencintainya.
Aku ingin mencintainya sebagai wujud syukur hamba kepada-Mu.
Aku ingin mencintainya agar hamba semakin tegar di jalan-Mu.
Ya Allah..
Jangan Engkau palingkan wajahmu dariku hanya karena aku mencintai hambamu.
Dan jangan pula Engkau ambil kasih dan sayang-Mu kepada hamba.
Ya Allah…
Kuatkan hati hamba jika cinta itu meninggalkan hamba.
Berikan bahu-Mu untuk hamba bersandar.
Sentuh hati hamba agar tetap hamba rasakan indahnya cinta.
Dan jangan Engkau tutup mata hamba dari keindahan cinta yang Engkau ciptakan untuk hamba.
Ya Allah…
Jika dia adalah untukku, pertemukan kami di jalan yang Engkau ridhai.
Jadikan kami pasangan yang menempati istana-Mu di taman Firdaus.
Dan lantunkan syair surga yang indah dalam hati kami agar kami selalu bahagia dalam menjalani cinta ini.
Ya Allah…
Jika dia bukanlah untukku, berikan hamba-Mu satu cahaya pengganti lentera hati yang redup.
Agar hamba tak tersesat.
Dan agar hamba tak tersesat dalam tipu daya syaitan…
Ya Allah…
Jika Engkau pisahkan kami, jagalah dia, karena hamba tak mampu menjaganya.
Utuslah malaikat-Mu untuk senantiasa menghembuskan wangi bunga Darussalam.
Dan berikan ia seorang pangeran yang akan menjaganya dalam terang dan gelap hidupnya.
Read More ->>

Logo Ikon


Read More ->>

Popular Posts